Review Spesifikasi Smartphone Huawei Honor 7X

Diposting pada

Setelah menghadirkan Smartphone dengan 4 kamera atau Honor 9 Lite, Honor Indonesia punya amunisi baru untuk memanaskan pasar smartphone di kelas menengah dengan mengeluarkan smartphone huawei honor 7X.

Masih dengan harga yang cukup terjangkau, Smartphone Honor yang satu ini mengusung body-metal yang solid dan dua fitur wajib Smartphone jaman now. Apalagi kalau bukan layar 18:9 dan dual kamera belakang.

Lalu, apalagi yang keren dari Smartphone ini? Inilah review lengkap dari smartphone Huawei Honor 7X :

Desain menjadi alasan pertama kenapa harus jatuh cinta sama Smartphone ini.

Baca Juga : Perbedaan Oppo F7 Youth dengan Oppo F7

Berbeda dengan Honor 9-Lite yang body-nya berlapiskan kaca, Honor 7X sudah mengusung metal-unibody yang terasa cukup premium. Body dengan material aluminium-alloy ini solid banget, sehingga bisa bikin cukup pede untuk tidak pakein case pelindung.

Pilihan warnanya juga menarik, selain hitam, ada juga varian warna biru. Dengan permukaan doff, body Honor 7X ini gak mudah ninggalin sidik jari, tapi lumayan licin, karena permukaan body ini nyaris tanpa tekstur.

Body-nya yang gak tebal-tebal banget di 7.6 mm dan sudut-sudut yang membulat juga bikin Honor 7X ini kerasa cukup mantap pas di genggam pakai satu tangan.

Feel yang nyaman saat memegang Honor 7X bukan tanpa alasan. Katanya sih, desainer Honor menghabiskan waktu 15 bulan untuk mengembangkan 28 prototype Honor 7X cuma untuk memastikan sentuhan dan nuansa tepat bagi para penggunanya.

Wih, ampe segitunya ya? Overall, desain Honor 7X yang cakep dan kekinian ini bikin kepedeanmu nambah saat memakainya.

Body yang solid, premium, dual camera menonjol mirip mata Minion dan warna birunya yang seksi.

Hanya saja slot SIM-nya yang masih hybrid dan port USB-nya yang belum move on ke USB type-C.

Gak cuma body belakang, kemewahan Honor 7X juga terasa di bagian depan yang hampir semuanya didominasi oleh layar. Honor 7X sendiri sudah mengadopsi tren Bezel-less dengan rasio layar 18:9 yang membuat layar 5.93″ ini masih terasa cukup compact.

Layar 2.5D ini sudah dilapisi oleophoobic-coating yang membuatnya terasa lembut saat swipe layar dan juga minim bekas sidik jari. Meski punya lapisan anti-gores, layar Honor 7X ini tidak dilindungi Gorrila-Glass, jadi untuk jaga-jaga silahkan pasang tempered-glass segera.

Layar lebar di Honor 7X ini sudah pakai resolusi Full HD+ dan dengan panel IPS-LCD membuatnya dapat dilihat dengan jelas dari sudut pandang manapun.

Layar ini nawarin warna yang cukup vivid, dan asik banget buat nikmatin konten multimedia. Contohnya nonton film/ video. Selain itu kamu juga bisa mengatur color temperature layarnya di pengaturan layar, mau yang hangat-kekuningan atau yang lebih cool-kebiruan, bisa diatur sesuai selera. Saking vividnya, visibilitas layarnya di bawah terik matahari masih terbilang oke.

Nah, untuk kondisi malam hari, kamu juga bisa pakai mode eye-comfort yang mengurangi warna biru pada layar. Bahkan bisa di-schedulle di jam-jam tertentu, seperti jelang mau tidur tapi masih asyik Youtube-an.

Karena hampir semua bagian depan dikuasai layar, sensor sidik jari ditempatkan di belakang dan tombol-tombol navigasi bisa kamu temukan di layar. Gak biasa pakai tombol back di kiri? Lokasi masing-masing tombol navigasi ini bisa diubah kok sesuai selera.

Layar dengan rasio memanjang ini juga bisa mengakomodasi aplikasi yang masih menggunakan rasio lama, 16:9. Secara otomatis aplikasi-aplikasi itu akan bisa memenuhi ukuran layar yang baru. Banyaknya fitur yang ditawarkan di Honor 7X ini, gak lepas dari software yang dipakainya. Karena masih saudara kandung dengan Huawei, Honor 7X juga sama-sama pakai ROM EMUI, tepatnya versi 5.1. EMUI versi 5.1 ini masih berbasis Android Nougat 7.0. Bisa dibilang agak ketinggalan, mengingat saudaranya, Honor 9-Lite udah pre-installed Oreo dalam balutan EMUI 8.0. Tapi tenang saja, Honor sudah janjikan update Oreo kok untuk si metal ini, jadi tinggal nunggu waktu saja.

EMUI 5.1 di Huawei Honor 7X ini mendukung kustomisasi homescreen lewat fitur Themes yang punya segudang tema untuk di unduh. Dan yang menarik, ada tema beberapa pariwisata dari Indonesia lho! Cobain deh! Untuk multitasking yang lebih serius, layar lebar di Honor 7X bisa dibelah jadi 2 untuk menjalankan 2 aplikasi sekaligus. Yak, karena udah pakai Nougat, tentunya jadi bisa split-screen.

Salah satu hal yang suka dari EMUI 5.1 yaitu Phone Manager untuk mengoptimalkan kinerja Smartphone lebih baik lagi, mulai dari optimasi RAM sampai keamanan software lewat fitur Virus Scanner. Tapi juga jangan sering-sering optimisasi atau clear RAM kayak gini, karena malah bikin boros baterai. Sebab saat membuka aplikasi yang sudah ditendang dari background, prosesor akan bekerja lebih keras dan butuh daya untuk membukanya lagi, terutama aplikasi yang kontennya berat.

Ngomong-ngomong soal prosesor, Smartphone Huawei Honor 7X ini diotaki chipset favorit keluarga Huawei-Honor di kelas menengah, apalagi kalau bukan High Silicon Kirin 659. Chipset racikan dapur Huawei sendiri dengan fabrikasi 16 nm ini memang di gadang-gadang menjadi rival berat Snapdragon 625, karena punya karakteristik yang mirip, seperti jumlah core yang sama-sama 8 dan berbasis Cortex A-53. Yang juara disini adalah clockspeed-nya di angka 2.36 GHz dan membuat banyak aplikasi dan game kelas berat, mampu di eksekusi dengan baik.

Untuk aplikasi yang frekuensi dibukanya hampir setiap hari kayak social media, bisa dijalankan dengan lancar, scroll-scroll halaman-pun masih terasa smooth. Aplikasi yang isinya kebanyakan foto/ video seperti IG dan FB memang agak berat sih, tapi itu gak sampai hang atau force close. Berpindah dari 1 aplikasi ke aplikasi lain juga ngacir banget, tentunya ini gak lepas dari peran RAM 4 GB dan optimalisasi software EMUI yang baik.

Lalu Bagaimana Dengan Performa Gamingnya Smartphone Huawei Honor 7X ini?

Dengan mesin grafis Mali T-830 MP2, kayaknya gak perlu diraguin lagi performa dari Smartphone HUawei Honor 7X untuk gaming.

Buat main game android dan segala genre, semuanya dilibas. Main bola? ayok. Transisinya smooth abis dan pergerakan karakternya alus banget. Buat mabar ML juga oke banget. Emang sih ada lag sedikit, tapi ini lebih karena koneksi internet. Namanya juga game online multiplayer. Buat main game yang lebih serius grafisnya, seperti PUBG Mobile, Honor 7X masih sangat bisa diandalkan. Apalagi layar lebar begini, jelas nyaman buat controlling game-nya. BTW, ini di-set grafis medium ya. Kalau high sebenarnya masih oke, paling lag-lag dikit. Lebih buat hemat daya aja sebenarnya, biar mainnya lebih lama lagi.

Lancarnya main game di Honor 7X sendiri, gak lepas dari SoC-nya yang emang udah dukung Vulkan. API grafis baru dari Android dan Cross Platform yang membuat proses rendering lebih ringan plus lebih detail.

Smartphone Honor 7X juga dibekali Storage 64 GB yang kayaknya udah jadi spek wajib ada buat kamu yang hobi koleksi game. Mengingat game-game Android HD rata-rata sekarang ukurannya udah pakai satuan GB. Dengan clockspeed yang tinggi, gimana suhu body-nya saat dipakai buat main game lama-lama? Masih aman kok. Main ML dan PUBG sekitar 30 menitan, suhu body Honor 7X gak pernah tembus angka 40 derajat celcius. Kurangi brigthness layar, di bawah 50% ngaruh banget untuk meminimalisir panas body-nya.

Salah satu nilai jual utama Honor 7X ada pada kamera belakangnya yang ada dua. Sensor kamera utama 16 MP dan sensor kamera sekundernya 2 MP. Tujuan kamera kedua dengan focal length yang berbeda ini untuk membuat efek bokeh.

Fitur kameranya cukup lengkap, mulai dari mode auto, pro, timelapse, slow-motion, sampe mode buat bikin foto makanan jadi menggiurkan-pun ada lewat mode good food. Untuk mode Pro, tersedia juga pengatuan shutter speed, dari 1/4000 hingga 8 detik, dan pengaturan ISO dari 50 sampai 1600. Lalu bagaimana dengan kualitas fotonya?

Di kondisi outdoor siang hari, hasil fotonya nampak tajam, detailnya masih dapet meski udah di zoom, warnanya-pun agak cetar meski dibilang ini bukan warna natural object aslinya. Iya, seakan-akan foto diambil pakai mode HDR padahal mode ini gak saya aktifkan.

Kualitas fotonya di indoor terbilang standar. Namun perlu diapresiasi dengan optimisasi software kamera di Honor 7X ini. Foto-foto dalam ruangan masih nampak detail dan terang.

Sementara di kondisi low-light, kamera belakang dengan bukaan lensa F 2.2 ini juga not bad lah yaa. Cuman memang akan ada jeda sekitar 2-3 detik saat harus foto-foto di cahaya remang-remang karena software kamera ini akan melakukan penajaman pada object untuk meminimalkan noise yang muncul.

Hasil foto low-light yang di atas rata-rata HP sekelasnya emang gak lepas dari ukuran pixel kameranya yang lebar di angka 1.25 mikron, dan memungkinkan cahaya masuk lebih banyak. Meski hanya 2 MP, sensor kamera sekunder di Honor 7X ini punya fungsi yang gak kalah penting.

Smartphone jaman now, kalau gak bisa buat ambil foto BOKEH berasa ada yang kurang yah? Dan tentu saja Smartphone Honor 7X mampu melakukannya dengan bantuan sensor kamera sekunder ini. Tinggal klik pilihan wide aperture dan portrait mode, dan atur jarak pengambilan foto yang gak terlalu jauh.

Saat melakukan foto bokeh pake Smartphone Huawei Honor 7X ini sereponsif dengan kamera utamanya. Gak ada jeda kelamaan kayak vendor sebelah.

Hasil bokehnya lumayan rapi, asal ngambilnya benar. Udah dipastikan object fokus di layar dan di lokasi dengan cahaya berlimpah.

Sementara untuk selfie, kamera depan 8 MP-nya punya bukaan lensa F 2.0. Kayaknya Honor ngerti banget kebutuhan selfie penggunanya karena dengan bukaan lensa yang lebih lebar, hasil foto terlihat lebih terang dan detail, tak terkecuali saat foto Selphie di malam hari. Meski gak dibekali LED Flash di depan, Honor 7X punya fitur Screen-Flash yang membuat selfie di kegelapan, masih cukup terang plus warna wajah yang natural. Tapi dengan satu sensor kamera saja, jangan ngarep bisa foto selphie pakai efek BOKEH kayak Honor 9-Lite.

Meski gak bisa bokeh pakai kamera depan, Honor 7X masih mengusung fitur AR-Lens, yang baru di aplikasi kamera bawaan khas EMUI. Fitur sticker berbasis augmented reality ini emang lagi nge-hits sejak snapchat dan IG merilis fitur yang serupa untuk bikin selfie makin fun dengan pilihan sticker yang beragam.

Selain AR sticker, kamu juga bisa mengubah background foto dengan template landmark yang menarik. Meski cropping fotonya agak maksa, fitur ini lumayan menghibur buat kamu yang merindukan foto selfie liburan.

Kamera depan Smartphone ini, bisa ngerekam video maksimal resolusi Full HD atau 1080p di 30 fps. Gak cuma itu aja, kamera depan ini juga bisa ngerekam video dengan efek Beauty. Cuman, resolusinya mentok di HD 720p aja.

Urusan sensor. Hampir semua sensor wajib Smartphone kelas menengah ada di Honor 7X, termasuk sensor Gyroscope. Sensor sidik jari juga ada, dengan kinerja yang cukup cepat untuk unlock Smartphone. Gak cuma buat ngebuka lockscreen, sensor sidik jari ini juga punya fungsi tambahan gesture, seperti memunculkan notifikasi tanpa harus men-swipe layar atau scroll foto/ video di gallery.

Selain sidik jari, kamu juga bisa unlock Smartphone dengan wajah, lewat fitur Face Unlock. Kinerjanya gak kalah responsif, meski hanya bekerja maksimal di kondisi dengan cahaya yang cukup. Honor 7X sudah dukung 4G. Namun sayang sekali, 4G-nya hanya di slot SIM 1, sementara slot SIM 2 hanya dukung 2G. Agak nanggung memang, 2G sebentar lagi juga mau dihapus. Tapi buat yang terbiasa pakai 1 SIM aja di HP dan slot lainnya untuk microSD up to 256 Gb, ini bukan masalah yang perlu dipusingkan.

Untuk urusan audio, Honor 7X juga dilengkapi sistem audio Histen yang di build khusus oleh Huawei dengan menggunakan 6 algoritma yang secara teori akan bikin suara yang keluar, lebih lantang. Saat uji coba, speakernya biasa-biasa saja. Tapi memang, kalau dengerinnya viar earphone yang kualitasnya udah memenuhi, siap-siap aja dibikin betah dengan Smartphone ini. Crispy abis!

Dengan body yang ramping, Honor 7X dibekali baterai yang cukup besar, yaitu 3340 mAh. Baterainya bisa tahan seharian dengan penggunaan yang normal.

Untuk isi ulang daya, charger bawaannya punya output 2 Volts / 5 Ampere yang tidak didukung denganfast charging. Mulai charging dari prosentase baterai 10% sampai penuh, butuh waktu sekitar 2 jam 29 menit. Dengan harga 3 jutaan, Smartphone ini masih jauh dari kata sempurna.

Fitur komunikasi banyak yang dipangkas di Smartphone ini, seperti absennya NFC dan WiFi 5 GHz yang membuat Honor 7X terasa sama saja dengan rata-rata Smartphone sekelasnya. Tapi ada 1 fitur yang gak banyak orang tahu dari Honor 7X ini. Yaps, cukup mengejutkan, Smartphone ini punya fitur WiFi Bridge yang mengijinkan Honor 7X untuk jadi repeater WiFi. Keren, ‘kan?

Oke, jadi kesimpulannya, Honor 7X ini cocok buat siapa? Kalau yang kamu cari adalah Smartphone dengan prosesor naga, skor antutu di atas 100 ribu, ada NFC, baterai tahan lama plus support fast charging, sebaiknya coret Honor 7X dari daftar. Honor 7X lebih cocok buat kamu yang pengen nyobain Smartphone dengan layar fullscreen yang lebar plus dual kamera belakang yang bisa bokeh-bokehan.

Fitur kamera yang komplit memungkinkan kamu untuk bikin berbagai konten, mulai dari yang absurd sampai yang kreatif. Dengan prosesor yang mumpuni, ditunjang dengan RAM dan storage yang besar di kelasnya, Honor 7X juga siap ngerjain banyak hal yang bisa kamu lakukan di Smartphone, mulai dari kerjaan sampai hiburan. Layar 18:9 yang kekinian, body-metal yang solid dan masih satu keluarga dari brand Smartphone kelas Global yang gak perlu diraguin lagi kualitasnya, adalah hal-hal lain yang bisa jadi pertimbangan matang untuk meminang Honor 7X ini segera.

Murah atau mahal? Semuanya kembali pada selera, kebutuhan dan yang pasti budget kamu. Oke, sekian artikel mengenai Review dari Smartphone Huawei Honor 7X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *