Review Lengkap Mengenai Spesifikasi Samsung Galaxy J4

Diposting pada

Seri Galaxy J memang dikenal sebagai seri smartphone entry-nya punya Samsung.

Biasanya sih dibanderol dengan harga kelas bawah, dan spesifikasi yang kurang bersaing kalau dibandingkan dengan brand smartphone Tiongkok lainnya.

Termasuk seri Galaxy J yang baru-baru ini diresmikan oleh Samsung Indonesia. Bermain di kelas 2 jutaan, Samsung J-series ini masih pakai rasio layar 16:9 dan juga body yang masih plastik, dan tidak dibekali fingerprint sensor.

Lalu, apa yang bikin smartphone Samsung Galaxy J4 ini layak dibeli?

Inilah review Samsung Galaxy J4, Samsung Galaxy J4 masih mengusung desain HP Samsung yang so yesterday banget! Tombol kapasitifny masih ada, plus desain yang tidak unibody.

Yak, kesan murai smartphone ini cukup terasa, pas pegang bodinya yang berbahan plastik polikarbonat. Soal desain, Samsung Galaxy J4 ini memang masih di bawah J5 dan J7, di mana masih stay classic dengan cover belakang yang bisa dibuka dan baterainya juga bisa dilepas.

Ya meskipun terkesan jadul, poin positifnya adalah slot dual SIM-nya tidak hybrid. Plus mudah dan bebas dalam mengganti baterai.

Baca Juga :

Review Spesifikasi Smartphone Huawei Honor 7X

Perbedaan Oppo F7 Youth dengan Oppo F7

Dengan layar 5.5″, bodi smartphone ini tidak bisa dibilang mungil. Namun, grit-nya masih enak kok, dan tidak licin karena permukaan poli doff-nya cenderung kesat, plus tidak meninggalkan bekas sidik jari. Selaras dengan kaca layar 2.5 dimm-nya yang sudah oleophobic coating. Yaa, meskipun layarnya tidak terlindung gorilla glass. Kalau mau aman sih, pakaikan Tempered Glass yah.

Overall, desain Samsung Galaxy J4 ini, yaa.. biasa-biasa saja, seperti smartphone entry-level pada umumnya. Salah satu hal yang menarik adalah varian warna yang disediakan Samsung untuk J4 ini. Selain Gold dan Black yang sudah terlalu mainstream, kamu juga bisa dapatkan warna Purple. Untuk sekelas smartphone entry-level, cukup solid sih, namun warnanya sangat nyentrik.

Salah satu fitur yang menjadi nilai jual utama smartphone ini, yaitu di sektor layar.

Iya, Samsung Galaxy J4 dibekali layar dengan panel Super AMOLED. Terlihat mewah memang, mengingat smartphone dikelasnya rata-rata layarnya masih pakai panel IPS.

Soal contrast, saturasi, serta kedalaman warna hitam di layar Super AMOLED ini memang tidak perlu diragukan lagi, sih. Mantab banget! Tapi, jangan mengharap layar Super AMOLED-nya Galaxy J4 ini secakep seri Galaxy A atau bahkan new flexy-nya Samsung, yah?

Untuk menekan biaya produksi, layar Samsung Galaxy J4 ini cuma dibekali resolusi HD 720p. Dan rasio layar yang masih 16:9. Dengan ukuran yang cukup besar, di 5.5″, kerapatan pixelnya sendiri hanya 268 ppi. Memang terlihat kurang tajam, tapi kapan lagi ‘kan nemuin smartphone 2 jutaan yang kontras layarnya mantab seperti ini.

Yang hitam terlihat lebih hitam, yang merah terlihat lebih pekat. Begitu juga dengan warna lain, dengan kontras diatur sama-rata. Nonton film di Galaxy J4 ini lebih terlihat tajam grafiknya. Nah, untuk memaksimalkan layar Super AMOLED-nya, kamu bisa otak-atik tampilan mode layar di setting.

Di sini saya lebih pilih pakai tampilan adaptif, yang secara default, menaikkan contrast dan saturasi warna layar. Level warna RGB-nya juga bisa diatur loh sesuai selera. Mana yang lebih enak dilihat menurut kamu.

Tidak ketinggalan, filter cahaya biru, agar mata tidak cepat lelah juga tersedia, dan bisa di-set untuk aktif otomatis di jam-jam tertentu. Visibilitas layarnya di outdoor masih terbilang oke.

Selain itu ada juga mode luar ruang, yang akan otomatis set level kecerahan ke tingkat maksimal.

Lalu apakah ini auto-brightness?

Dengan 10 titik sentuhan, layar Galaxy J4 ini terasa cukup responsif untuk scroll Instagram gebetan. Nah, saking responsifnya, sampai lupa kalau ini smartphone murah. Responsifnya Samsung Galaxy J4 ini tentunya tidak lepas dari peran software Samsung Experience 9.0 yang sudah berbasiskan Android Oreo 8.0.

Nah, buat kamu yang sudah terbiasa memakai Samsung keluaran 2017 ke atas, tampilan antar-mukanya tidak jauh berbeda. Minimalis tapi cakep. Cuman, bloatware-nya yang masih seabrek.

Sebut saja Microsoft Office, paket aplikasi bawaan Samsung, S-LIME sampai Samsung Gift.

Ditunjang software terbaru dari Samsung, membuat Spesifikasi Samsung Galaxy J4 ini punya banyak sekali fitur menarik. Mulai dari dual messenger, yang memungkinkan pakai 2 akun Whatsapp atau aplikasi sosial media lain yang mendukung dalam 1 perangkat.

Lalu ada fitur shortcut kamera, dengan tekan tombol Home 2 kali. Lalu ada fitur pemeliharaan perangkat, yang akan mengoptimalkan memory, supaya kinerjanya tetap stabil. Sampai fitur hemat data dari Samsung Max. Nah, untuk fitur yang terakhir ini, hampir tidak pernah saya pakai. Karena membuat akses data jadi ter-compress. Memang sih jadi lebih hemat, tapi gambar yang termuat tidak tampil maksimal.

Kamu irit kuota? mungkin fitur ini lebih membantu. Iya, karena sudah berbasiskan Android Oreo 8.0, kamu bisa pakai mode multi window, untuk membuka 2 aplikasi dalam 1 tampilan layar. Ini berguna banget sih, untuk yang terbiasa multitasking. Nonton YouTube sambil browsing? bisa banget! Mode picture-in-picture juga tersedia.

Saat kamu nonton video dan keluar ke home screen, tampilan video-nya akan mengecil dalam mode floating, dan kamu bisa membuka aplikasi lain sambil nonton video-nya tadi. Untuk fitur yang satu ini memang hanya bisa dipakai di smartphone berbasis Android Oreo saja, yah.

Oh iya, ada yang baru loh di smartphone Samsung yang sudah memakai Samsung Experience 9.0, termasuk di J4 ini. Aplikasi flipboard yang biasanya ditemukan di smartphone Samsung, via slide kiri home screen, kini digantikan dengan layanan Bixby. Ini lebih mirip cardnya guinol sih. Ada rekomendasi tempat terdekat, jadwal yang terintegrasi dengan kalender, notifikasi social media, berita terbaru dan cuaca. Yak, Bixby di sini cuman sebatas card information yang mau kamu tampilkan secara up to date yah, bukan sebuah voice assistant, seperti di unit flagship-nya Samsung.

Untuk menjalankan fitur-fitur terbaiknya tadi, Samsung Galaxy J4 diotaki dapur pacu Exynos 7570. Yaitu chipset Quad-Core 1.4 GHz bikinan Samsung sendiri yang memang dirancang untuk smartphone entry-level. Namun yang menarik, chipset 64 bit ini sudah gunakan aplikasi 14 nm. Yang di atas kertas lebih irit daya ketimbang chipset entry-level lainnya, yang rata-rata masih 28 nm.

Performanya sehari-hari masih terbilang oke. Buka-tutup dan berpindah aplikasi cukup lancar. Meski terkadang ada lag yang masih terasa kalau membuka aplikasi yang konten-nya berat, seperti Instagram atau Facebook. Lag yang terkadang-kadang terasa saat buka aplikasi yang terlalu banyak, rasanya juga perlu dimaklumin, karena RAM-nya cuma 2 GB. Dengan free space RAM rata-rata di kisaran 500 MB. Ya, meski terlihat minimalis, nyatanya kinerja multitasking Galaxy J4 ini masih cukup biasa diandalkan, dan tidak membuat emosi. Hadirnya storage 32 GB, mungkin cukup menghibur, setidaknya Samsung masih berbaik hati memberi penyimpanan yang cukup lapang di kelas 2 jutaan.

Iya, dengan jeroan hardware seperti ini, mungkin banyak yang meragukan performa gamingnya. Setelah 2 mingguan memakainya, dan dipakai untuk main game. Performa gamingnya tidak seburuk yang saya kira sebelumnya. Game mobile seperti Mobile Legend bisa dimainkan cukup wajar tanpa ada efek patah-patah. saat dimainkan cukup lama. Bahkan saat adu skill di arena, lag yang saya temuin minim sekali. Untuk main game shooter seperti Hero Hunter, pergerakan karakternya juga cukup smooth. meski saya merasa kualitas grafis game ini seperti di down-grade. Untuk mengurangi beban GPU Mali-T720-nya.

Nah, buat kamu yang suka main game Battle Royal seperti Free Fire, tidak ada lagi alasan kalah, karena gamenya nge-lag. Karena main di J4 ini benar-benar smooth. Ini jadi bukti nyata kalau performa hardware yang sebenarnya pas-pasan, masih bisa ditutupi dengan optimasisasi software yang baik.

Good job, Samsung! Iya, benefit yang cukup terasa dari chipset 14 nm adalah pas dipakai untuk main game lama-lama. suhu bodi smartphone tetap stabil meski sudah dipakai main Free Fire sampai 1 jam lebih. Sektor lain yang bikin Samsung masih pantas jual J4 di kelas 2 jutaan adalah performa kameranya. Iya, secara spek sih biasa-biasa saja. Sensor kamera belakangnya masih 1, resolusinya juga mentok di 13MP.

Samsung percaya, untuk bikin hasil foto yang bagus tidak cuma harus banyak-banyak bikin sensor kamera dan resolusi yang tinggi. Tapi, main di image processing-nya. Baik tombol shutter dan auto focusnya lumayan responsif di kondisi cahaya berlimpah.

Di wide kameranya minimalis dengan berbagai mode kamera yang membantu mengambil foto terbaik. Mulai dari auto, kecantikan, stiker sampai mode pro.

Namun, nggak usah ngarep terlalu banyak untuk mengotak-atik mode pro ini, karena kita cuma bisa mengubah ISO, white balance dan exposure saja.

Lalu, bagaimana dengan hasil fotonya?

Untuk foto-foto outdoor, hasilnya not bad lah ya?

Warna obyek yang difoto terlihat natural selama di kondisi cahaya yang baik. Detil obyeknya terlihat sangat akurat. So, ini kamera asik banget sih untuk foto-foto makro atau foto-foto jarak dekat. Namun, di beberapa kondisi, tidak jarang foto malah terlihat lebih pucat karena kamera kurang akurat dalam settingan white balance di mode auto.

Foto-foto gedung dan langit, selama memegang kameranya benar dan tidak banyak goyang, hasilnya cukup memuaskan. Namun, untuk beberapa kondisi, dinamic range-nya cukup sempit dan langit tampak benar-benar putih yang nggak seperti aslinya.

Di sini fitur HDR sangat membantu untuk menghasilkan foto-foto yang lebih baik. Iya, ini semua berkat bukaan lensa kamera yang lebar di f/1.9. Sebaiknya kamu jangan terlalu mengharapkan banyak dengan hasil fotonya di lowlight.

Untuk tetap menghasilkan foto yang sedikit lebih baik coba pakai mode malam, yang secara otomatis akan menurunkan shutter speed supaya cahaya yang diterima sensor kamera lebih banyak. Konsekuensinya, pengambilan foto akan jeda sekitar 1-3 detik.

Oke, bagaimana dengan kamera depannya?

Di luar ruangan dengan kondisi cahaya yang berlimpah, hasilnya standar, masih ada beautify untuk memperhalus hasil foto selfie kamu supaya lebih Instagramable.

Di indoor lumayan, dengan beberapa noise yang cukup mengganggu. Terlalu pucat dan mengurangi detil foto selfie kamu. Untungnya smartphone ini sudah dibekali LED Flash yang cukup mempertajam warna foto. dan mengurangi sedikit noise.

Saat LED Flash depan diaktifkan, ternyata bukan cuma lampu LED-nya saja yang menyala, tapi smartphone ini juga menggunakan screen flash dari cahaya layar. Nggak ngerti sih tujuannya apa, tapi menurut saya mungkin supaya cahayanya lebih merata ke obyek.

Kemampuan merekam video hingga resolusi Full HD di kamera belakang dan kamera depan menjadi poin plus lain yang dimiliki Galaxy J4 ini. Meski tanpa IAIS apalagi OIS, hasilnya cenderung goyang, meski tidak terlalu heboh. Sayangnya tidak ada mode timeless apalagi slow motion di sini. Kamera depan ini bisa merekam video maksimal resolusi Full HD di 30 fps. Menurut kamu bagaimana hasilnya?

Review mengenai spesifikasi samsung galaxy j4 rasanya ada yang kurang kalau belum ngebahas audio-nya.

keluar suara dari speakernya cempreng abis dan tetap kerasa kurang nendang meski volumenya sudah di-set maksimal.

Lokasi speakernya yang di belakang juga kurang bersahabat, terutama untuk gadgeteers yang hobi nonton streaming sambil HP-nya diletakkan di atas meja.

Lalu, senyaring apa sih? Sebenarnya, smartphone ini sudah dukung Dolby Atmos, namun hanya bisa dipakai saat jack audio 3.5 mm di colok. Audionya sedikit di atas lebih baik, saat Dolby Atmos ini diaktifkan. Apalagi ada pengaturan equaliser dan parameter audio yang bisa di otak atik sesuai selera.

Berada di kelas entry level, memang, ada banyak yang dikorbankan di sini. Namun fitur yang paling banyak dipangkas di Galaxy J4 ini adalah sensor yang tertanam didalamnya Terhitung hanya ada sensor standar, mulai dari akselometer, proxymeter dan juga sensor suara. Bahkan sensor cahaya-pun absen.

Untuk menghidupi fitur-fitur terbaiknya, Samsung Galaxy J4 dibekali baterai Lithium-Ion 3000 mAh. Kecil? Memang, tapi ternyata tidak seboros yang kamu bayangin. Kalau tidak dipakai untuk main game lama-lama, Samsung Galaxy J4 ini bisa menemani kamu seharian.

Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Yaa paling buka social media seperlunya saja. Screen on time-nya sendiri tembus hingga 6 jam.

Baterai life yang lama, meski kapasitas baterainya tergolong kecil, tentu tak lepas dari peran layar Super AMOLED dan chipset 14 nm yang tingkat konsumsi dayanya lebih hemat. Pakai resolusi yang minimalis juga membikin prosesor tidak bekerja sangat keras. Dan ujung-ujungnya, membuat baterai lebih tahan lama.

Untuk meningkatkan baterai life, Samsung sebenarnya sudah menanamkan fitur ultra power saving di smartphone ini.

Nah, untuk mode hemat yang paling ekstrim, akan menurunkan brightness layar secara otomatis. Membatasi kecepatan CPU, menutup aplikasi di background sampai mengubah tema smartphone menjadi tema yang gelap.

Ini berguna banget sih, saat baterai menipis tapi susah mencari colokan. Nah, untuk isi ulang dayanya, Samsung membekali charger dengan output 1 ampere dan tidak ada fast charging di sini. Waktu pengisian dayanya sekitar 3 jam, dari baterainya 8% sampai penuh. Tergolong lama sih, untuk kapasitas baterai 3000 mAh saja.

Oke, jadi kesimpulannya, Samsung Galaxy J4 ini lebih cocok untuk siapa yah?

Jelas, bukan untuk kamu pengejar skor Antutu, atau pengen spesifikasi mewah dengan harga murah meriah, karena masih banyak smartphone lain yang jauh lebih baik dari J4 ini.

Iya, Samsung J4 rasanya lebih cocok untuk kamu yang lebih mengutamakan user experience saat memakai smartphone. Jujur, Samsung Experience yang baru ini, kombinasi yang perfect secara fitur dan kinerja. Performance smartphone tetap stabil meski hanya ditunjang dengan hardware yang biasa-biasa saja.

Samsung Galaxy J4 ini juga lebih cocok untuk kamu yang carinya smartphone low budget, bikinan brand global yang tidak perlu diragukan lagi build quality-nya sampai layanan purna jualnya.

Layar Super AMOLED dan layanan Samsung Gift yang nawarin banyak promo tiap harinya adalah beberapa poin plus yang mungkin tidak akan kamu temukan di kelas entry-level, setidaknya untuk saat ini. Murah atau mahal? Semuanya kembali lagi kepada selera kebutuhan dan yang pasti budjet kamu.

Oke, sekian saja review mengenai Spesifikasi Samsung Galaxy J4 yang bisa kami berikan. Terimakasih atas kunjungannya, dan jangan lupa untuk membaca review-review Smartphone dari kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *